Penulis: Anwar Junaedi

Bapak Anwar sebagai Trainer (instruktur) Pelatihan di Bidang Pangan dan K3 Kemnaker RI. Bidang Pangan meliputi HACCP, GMP, ISO 22000, 55, Food Safety, Prinsip Hygiene & Sanitasi, Hygiene dan Sanitasi Makan. Bidang K3 : Ahli K3 Umum ISO : ISO 9001 & ISO 22000

Pegantar Training Manajemen Triage Rumah Sakit – Intalasi Gawat Daurat (IGD) rumah sakit adalah salah satu bagian di rumah sakit yang menyediakan bantuan awal untuk pasien yang sakit dan cedera, yang dapat terjadi. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pernyataan tentang Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit yang tertuang dalam Kepmenkes RI No. 856 / Menkes / SK / IX / 2009 untuk menetapkan standarisasi pelayanan gawat darurat di rumah sakit. Guna meningkatkan kualitas IGD di Indonesia perlu komitmen Pemerintah Daerah untuk membantu Pemerintah dengan memberikan informasi kepada mereka bahwa dalam penanganan kegawatdaruratan dan penyelamatan nyawa tidak bisa dilakukan selama 5…

Read More

Pengantar Training EWS CODE BLUE – Pelayanan gawat darurat adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan metodologi keperawatan gawat darurat berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada pasien yang mempunyai masalah aktual atau resiko yang mengancam kehidupan terjadinya secara mendadak atau tidak dapat diperkirakan, dan tanpa atau disertai kondisi lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau cacat yang mungkin terjadi. Asuhan keperawatan dan medis gawat darurat adalah rangkaian kegiatan praktek gawat darurat yang diberikan kepada klien oleh perawat yang berkompeten di ruang gawat darurat. Asuhan yang diberikan meliputi biologis,…

Read More
SDM

Pengantar Training Budaya Keselamatan Pasien – Tenaga Kesehatan Indonesia saat ini sedang berada pada arus proses perubahan (change) menuju kelangsungan dirinya menjadi sebuah profesi yang mandiri. Sejalan dengan kondisi tersebut Tenaga Kesehatan atau Profesional Pemberi Asuhan (PPA) juga mencerminkan perubahan paradigma dalam Akreditasi rumah sakit. Penilaian Akreditasi saat ini fokus pada Pelayanan yang fokus pada pasien, manajemen pemberi pelayanan dan Keselamatan pasien. Berdasarkan tuntutan dan tantangan tersebut, rumah sakit terus mempersiapkan sumber dayanya termasuk perawat, dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Salah satu bentuk kegiatan yang di lakukan dalam upaya meningkatkan kompetensi PPA dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan melindungi keselamatan pasien adalah…

Read More

Pengantar Training Audit Internal HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) – Personil yang melakukan audit sistem manajemen keamanan pangan berbasis HACCP perlu mendapatkan pelatihan secara instensif. Training ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis sehingga sangat membantu mereka melakukan audit internal HACCP yang efektif. Tentu saja hal ini sangat partisipatif dengan latihan kelompok dan studi kasus secara menyeluruh. Dimana Training ini akan memberikan peserta dengan pemahaman yang efektif dari prinsip-prinsip audit dan bagaimana mereka dapat menerapkannya pada sistem HACCP. Hal ini akan memungkinkan auditor internal untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat melakukan audit yang efektif dari sistem HACCP dan untuk menunjukkan kompetensi mereka. DISI Training Center & Consulting sebagai perusahaan konsultan yang salah…

Read More

Pengantar Training Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) – Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan untuk menjamin obat di buat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang di tetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. CPOB mencakup seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pertama kali di terbitkan pada tahun 1988, kemudian di susul dengan penerbitan. Petunjuk Operasional Penerapan CPOB pada tahun 1989 untuk memberikan penjelasan dalam penjabaran sehingga Pedoman ini dapat diterapkan secara efektif di industri farmasi. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi, Pedoman CPOB edisi pertama sekaligus Petunjuk Operasional Penerapan CPOB telah direvisi pada tahun 2001 yang terdiri dari 10 bab dan 3 addendum. Selanjutnya untuk mengantisipasi era globalisasi dan harmonisasi dalam bidang farmasi terutama pemenuhan terhadap persyaratan dan standar produk farmasi global terkini, Pedoman CPOB hendaklah di perbaiki secara berkesinambungan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergeseran paradigma dalam melakukan pengawasan terhadap mutu produk. Oleh karena itu, Pedoman CPOB Edisi 2001 direvisi kembali menjadi Pedoman CPOB yang dinamis Edisi Tahun 2006. Industri farmasi adalah industri obat jadi dan industri bahan baku obat. Industri farmasi sebagai industri penghasil obat, dituntut untuk dapat menghasilkan obat yang memenuhi persyaratan khasiat, keamanan…

Read More

Pengantar Training Manajemen Laboratorium Rumah Sakit – Salah satu pelayanan rumah sakit yang penting bagi layanan kesehatan pasien adalah laboratorium. Laboratorium klinik atau laboratorium medis merupakan laboratorium tempat di lakukan berbagai macam tes pada specimen biologis untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan pasien.  Kegiatan yang ada di laboratorium mempunyai potensi bahaya yang cukup besar yang berasal dari faktor biologis, fisik, kimia, ergonomi dan psikososial.  Seiring dengan semakin beragamnya penyakit dan jenis obat kimia membuat risiko yang di hadapi petugas laboratorium di rumah sakit semakin meningkat. Petugas laboratorium adalah orang pertama yang akan terpapar bahan biologi dan kimia yang merupakan bahan beracun…

Read More

Pengantar Training Penghitungan Unit Cost Rumah Sakit – Rumah sakit sebagai BLU/BLUD penyelenggara layanan kesehatan menghadapi tantangan sendiri dalam melayani masyarakat. Di satu sisi RS dituntut agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan bermutu, disisi lain tarif yang dikenakan harus dapat dijangkau masyarakat pada umumnya. Dalam rangka inilah – sesuai amanat PP No.23/2005 tentang BLU dari Departemen Keuangan dan Permendagri No.61/2007 tentang BLUD – manajemen rumah sakit dituntut untuk senantiasa meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumber daya yang dimilikinya termasuk sumber daya keuangan yang tidak terlepas dari tarif (biaya pelayanan) rumah sakit itu sendiri. Masalah biaya pelayanan ini menjadi sesuatu…

Read More

 Pengantar Training Manajemen DIKLAT Rumah Sakit -Pengertian dari DIKLAT ialah penyelenggaraan proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan jabatan tertentu. Adapun kebutuhan DIKLAT itu sendiri ialah jenis DIKLAT yang di butuhkan oleh seoarang pemegang jabatan atau pelaksana pekerjaan tiap jenis jabatan atau unit organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam melaksanakan tugas yang efektif dan efisien. Selain itu, analisis kebutuhan DIKLAT merupakan analisis yang di laksanakan secara sistematis dan di gunakan perancang DIKLAT atau Manajer SDM untuk nantinya dapat memahami persoalan kinerja SDM dan menentukan jenis kegiatan yang di butuhkan dalam proses pengembangan Sumber Daya…

Read More

Pengantar Training Manajemen Administrasi Rumah Sakitt – Rumah Sakit secara umum   merupakan organisasi yang melalui  tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana  kedokteran yang permanen  menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis  serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Beradaskan  Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan, berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS, antara lain; teknologi, epidemiologi, demografi, sosial ekonomi, faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan, serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan memiliki peran yang strategis dalam peningkatan derajat kesehatan…

Read More

Pengantar Training Manajemen Klinik – Keberhasilan pengelolaan manajemen klinik tergantung pada kompetensi dari manajer klinik. Manajer berfungsi untuk mengelola klinik melalui fungsi antara lain mengidentifikasi, merencanakan, hingga mengembangkan sistem pengelolaan SDM yang efektif dan efisien. Pengawasan yang tepat dan berfungsi dengan baik akan memperlancar kegiatan pelayanan pasien sehingga berdampak bagi peningkatan mutu pelayanan secara umum. Klinik tentu ingin menyediakan pelayanan yang memuaskan terhadap pasien yang datang. Pelayanan yang baik dapat di capai apabila adanya manajemen yang baik pada klinik tersebut. Manajemen klinik merupakan cara yang di lakukan untuk mencapai tujuan dengan cara kordinasi antara berbagai sumber daya melalui perencanaan, pengorganisasian,…

Read More