Pengantar Keselamatan pasien di rumah sakit merupakan tujuan mendasar setiap rumah sakit. Berbagai negara telah mengubah paradigma dari quality ke quality safety. Issue keselamatan pasien rumah sakit telah berkembang di Indonesia sejalan dengan semakin maraknya kasus-kasus yang masuk ke tuntutan hukum dan pengadilan. Kenyataan yang ada di rumah sakit bahwa terdapat ratusan jenis obat, ratusan tes dan prosedur, terdapat banyak pasien, kelompok profesi dan individu staff, serta banyak sistem dan keberagaman yang semuanya ini sangat potensial menimbulkan kesalahan. Dimana kesalahan tersebut bisa berdampak terhadap hilangnya kehidupan seorang pasien ataupun kesalahan fatal lainnya. Training Keselamatan Pasien dan Manajemen Resiko klinis di…
Penulis: Anwar Junaedi
Pengantar Training Estimasi Ketidakpastian Pengujian Mikrobiologi – Makanan dan minuman merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia untuk kelangsungan hidup yang berasal dari hewan, tumbuhan, mineral, maupun dari zat-zat kimia sintetik. Adanya mikroba di dalam makanan dan minuman tersebut tidak diinginkan karena akan menyebabkan perubahan organoleptik sediaan, apalagi jika makanan dan minuman tersebut akan masuk ke dalam tubuh. Baik mikroba patogen maupun non patogen bila terdapat dalam jumlah yang banyak akan sangat berbahaya bagi tubuh. Demikian pula dengan makanan atau minuman yang berasal dari bahan alami, kemungkinan pencemarannya dapat ditimbulkan pada waktu pengolahan melalui tangan, atau peralatan yang tidak steril, atau melalui bahan mentah. Oleh karena itu, pengujian mikrobiologis dari makanan dan minuman merupakan suatu masalah yang penting dan sangat perlu diperhatikan. Pengukuran ketidakpastian sudah lama menjadi persyaratan pada analisis kimia…
BPJPH Mulai Terapkan SLA Layanan Sertifikasi Halal Reguler per 5 Januari 2026 Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara resmi mengimplementasikan kebijakan Service Level Agreement (SLA) pada layanan Sertifikasi Halal Reguler mulai 5 Januari 2026, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. Kebijakan ini dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepastian waktu pelayanan, meningkatkan transparansi proses, serta memperjelas akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat dalam sistem Jaminan Produk Halal. Penerapan SLA mencakup seluruh rangkaian proses sertifikasi halal reguler, yang meliputi: Tahap pengajuan permohonan dan pembayaran oleh pelaku usaha; Proses pemeriksaan dan/atau pengujian produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH);…
🔹 Bagian 3 dari 3 Tulisan CCP (Critical Control Point) adalah titik paling kritis dalam sistem HACCP. Di sinilah kegagalan pengendalian akan langsung menghasilkan produk tidak aman. Karena dampaknya sangat besar, CCP tidak boleh ditetapkan secara sembarangan. Ciri Utama CCP Suatu langkah proses dapat dikategorikan sebagai CCP apabila: Memiliki critical limit yang jelas dan terukur Memerlukan monitoring real-time atau frekuensi tinggi Kegagalan kontrol langsung berdampak pada keamanan produk Tidak ada proses selanjutnya yang dapat mengendalikan bahaya Contoh CCP: Pasteurisasi susu (72°C selama 15 detik) Sterilisasi produk kaleng Pemasakan daging hingga suhu internal aman Pendinginan cepat produk siap saji Menentukan CCP…
OPRP dalam HACCP: Kontrol Penting yang Sering Disalahpahami 🔹 Bagian 2 dari 3 Tulisan Setelah fondasi PRP diterapkan, langkah berikutnya dalam HACCP adalah mengidentifikasi bahaya yang signifikan melalui analisis bahaya. Dari sinilah konsep OPRP (Operational Prerequisite Program) muncul. OPRP sering disalahpahami sebagai “CCP versi ringan”, padahal keduanya memiliki fungsi dan konsekuensi yang berbeda. Apa Itu OPRP? OPRP adalah pengendalian spesifik yang ditetapkan berdasarkan hasil hazard analysis untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kontaminasi atau proliferasi bahaya tertentu. Karakteristik OPRP: Spesifik terhadap bahaya tertentu Memerlukan monitoring terjadwal Memerlukan validasi dan verifikasi Memiliki parameter terukur (bukan critical limit) Contoh OPRP di industri pangan: Detektor…
Mengenal PRP, OPRP, dan CCP dalam HACCP: Mengapa Banyak yang Keliru? 🔹 Bagian 1 dari 3 Tulisan Dalam penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), istilah PRP, OPRP, dan CCP sering digunakan secara bersamaan. Namun, tidak sedikit organisasi yang masih keliru dalam memahami dan menerapkannya. Kesalahan paling umum adalah menganggap semua pengendalian sebagai CCP, tanpa mempertimbangkan tingkat risiko dan kekritisan bahaya. Padahal, HACCP dirancang sebagai sistem berbasis risiko, bukan sekadar daftar kontrol. Artikel seri pertama ini akan membahas gambaran umum PRP, OPRP, dan CCP serta perannya dalam sistem keamanan pangan. Tiga Lapisan Pengendalian Keamanan Pangan Dalam praktik HACCP, pengendalian…
Pengantar Training ISO 55001:2024 Asset Management – Manajemen Aset (Asset Management) adalah salah satu pengelolaan dan siklus yang terjadi pada setiap perusahaan. Semua perusahaan membutuhkan sistem pengelolaan aset yang tepat untuk mengelola asetnya. Dalam dunia akuntansi aset merupakan sumber daya atau kekayaan dari suatu entitas. Secara umum pengertian manajemen aset adalah sebuah proses pengelolaan suatu aset baik milik perseorangan maupun kelompok (perusahaan, organisasi, lembaga). Pengelolaan aset tersebut dilakukan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan pada sebelumnya. Semua perusahaan wajib mengetahui mana saja aset yang masih dapat dikelola dan mana saja aset yang sudah habis waktu ekonomisnya,…
Digitalisasi SIHALAL Dorong Sertifikasi Halal Lebih Cepat dan Transparan Penerapan Service Level Agreement (SLA) dalam sertifikasi halal semakin diperkuat melalui pemanfaatan sistem digital SIHALAL. Melalui platform ini, seluruh pemangku kepentingan—mulai dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Komisi Fatwa MUI/MPU Aceh, hingga Komite Fatwa Produk Halal (KFPH)—dapat memantau progres sertifikasi halal secara real-time dan terintegrasi. Kehadiran SIHALAL menjadi bagian penting dari transformasi digital layanan sertifikasi halal di Indonesia. Sistem ini memungkinkan setiap tahapan proses tercatat dengan jelas, sehingga sertifikasi halal dapat berjalan: Lebih cepat, karena alur proses terdigitalisasi; Lebih transparan, karena status permohonan dapat dipantau kapan saja; Lebih profesional dan terukur, sesuai…
Pengantar Sebagai mana yang kita ketahui dalam perkembangan industry saat ini adanya kompetisi bisnis dunia global, mendorong perusahaan untuk memiliki dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) yang general adalah ISO 9001. Namun khusus dalam industri otomotif, telah dikembangkan secara spesifik sistem management mutu untuk industry otomotif yaitu ISO/TS 16949 dengan versi terbaru tahun 2009, yang berbasis pada Persyaratan ISO 9000 plus persyaratan khusus yang dikembangkan oleh IATF (International Automotive Task Force). Berawal pada The Big Three (GM, Ford dan Chrysler) yang tidak puas dengan ISO 9000: 1994 requirement yang dianggap kurang tepat untuk industri otomotif mereka, The Big…
BPJPH Resmi Berlakukan SLA untuk Tingkatkan Kepastian Waktu Sertifikasi Halal Mulai tahun ini, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menerapkan sistem Service Level Agreement atau SLA dalam proses sertifikasi halal. Tujuannya sederhana tapi penting — agar proses sertifikasi halal menjadi lebih cepat, transparan, dan pasti waktunya bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Dengan adanya SLA, kini ada batas waktu yang jelas untuk setiap tahapan sertifikasi. Artinya, pelaku usaha tidak perlu lagi khawatir prosesnya molor atau tertunda tanpa kejelasan. Namun, keberhasilan ini tetap bergantung pada tiga hal penting: Kelengkapan dokumen yang harus disiapkan dengan baik, Kesiapan audit halal, dan Ketepatan…
