Pengantar
Training Process Safety Management (PSM) memberikan manfaat penting bagi industri berisiko tinggi dengan meningkatkan keselamatan kerja melalui identifikasi dan pengelolaan risiko, melindungi karyawan dari cedera, dan mengurangi kerugian finansial akibat insiden. PSM juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan yang ketat, meningkatkan efisiensi operasional, dan membangun reputasi positif perusahaan. Dengan demikian, PSM menjadi kunci untuk operasional yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Process Safety Management (PSM) atau Manajemen Keselamatan Proses (MKP) dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan atau industri kimia/ petro-chemical, minyak & gas bumi (migas) setelah beberapa kejadian fatal yang telah banyak menelan korban jiwa dan harta benda seperti kasus Flixborough (Juni 1974), Seveso (Juli 1976), Bhopal (Desember 1984), Piper Alpha (Juli 1988), dan lain sebagainya .
Dalam pelaksanaan PSM/ MKP ini, industri-industri tersebut diatas berpedoman kepada beberapa referensi internasional, antara lain :
1. API RP 750 (Management of Process Hazards).
2. OSHA 29 CFR 1910.119 (Process Safety Management of Highly Hazardous Chemicals, Explosives & Blasting Agents).
3. CCPS-AIChE (Technical Management of Chemical Process Safety).
Tujuan Training Process Safety Management (PSM)
- Participants can understand the fundamental concepts and principles of Process Safety Management (PSM).
- Participants can recognize the importance of PSM implementation through lessons learned from past industrial incidents.
- Participants can apply key tools, techniques, and methodologies to manage process safety effectively.
- Strengthen leadership, safety culture, and compliance of the company with technical codes, standards, and best practices.
- Participants can conduct risk-based decision-making to ensure asset integrity, operational reliability, and environmental protection.
- Participants can evaluate and improve PSM performance through scorecards, audits, and continuous improvement initiatives.
Materi Training Process Safety Management (PSM)
- Introduction to PSM
- Definisi PSM (Process Safety Management)
- Tujuan utama PSM dalam industri berisiko tinggi
- Perbedaan antara process safety dan occupational safety
- Komponen utama PSM berdasarkan standar internasional (OSHA 1910.119, CCPS, API, dll.)
- Tantangan umum dalam penerapan PSM
- Urgency of PSM Implementation: Lessons to Learn From Incidents
- Sejarah kecelakaan besar industri (Texas City Refinery, Bhopal Disaster, Buncefield Explosion, dll.)
- Analisis akar penyebab (human error, engineering failure, safety culture, dll.)
- Konsekuensi kegagalan PSM (kerugian manusia, finansial, reputasi, lingkungan)
- Lessons learned dan relevansi untuk organisasi saat ini
- Managing Process Safety: Variance and Keys to Success
- Definisi process safety variance dan penyebabnya
- Prinsip management commitment dan safety culture
- Keterlibatan pekerja dalam PSM
- Pengukuran dan indikator kinerja PSM (leading & lagging indicators)
- Kunci keberhasilan implementasi PSM (leadership, sistem, kompetensi, budaya)
- Technical Code & System (TC&S) and Process Safety Information (PSI)
- Definisi dan peran technical codes & standards (API, NFPA, IEC, dll.)
- Jenis-jenis process safety information (desain, spesifikasi peralatan, batas operasi)
- Integrasi PSI dengan risk assessment dan operating procedures
- Best practice dalam dokumentasi dan pemeliharaan PSI
- Operating Procedure (OP) and Alarm Management
- Pentingnya SOP dalam pengendalian operasi
- Struktur standar SOP (tujuan, ruang lingkup, langkah kerja, mitigasi risiko)
- Training dan kompetensi operator
- Manajemen alarm: tujuan, tantangan, dan standar (ISA 18.2, EEMUA 191)
- Studi kasus alarm flooding dan kegagalannya
- Mechanical Integrity: Predictive and Preventive Maintenance
- Definisi mechanical integrity dalam PSM
- Preventive vs predictive maintenance (keunggulan dan keterbatasan)
- Strategi inspeksi berbasis risiko (RBI – Risk Based Inspection)
- Peran NDT (Non-Destructive Testing) dan teknologi digital (IIoT, sensor, AI)
- Contoh kegagalan peralatan akibat lemahnya mechanical integrity
- Asset and Integrity Management
- Perbedaan asset integrity management dengan mechanical integrity
- Siklus hidup aset (asset lifecycle management)
- Criticality assessment aset dan prioritisasi
- Integrasi dengan reliability engineering (RCM, FMEA)
- Digitalisasi asset management (CMMS, digital twin)
- Management of Change (MOC): Functional Review, Formal Risk Assessment, and Pre-Startup Safety Review (PSSR)
- Definisi dan pentingnya MOC
- Kategori perubahan: teknis, operasional, organisasi
- Proses MOC: identifikasi, review, persetujuan, implementasi
- Peran formal risk assessment dalam MOC
- Pre-Startup Safety Review (PSSR): tujuan, checklist, best practices
- Studi kasus kegagalan MOC
- Risk Management (RM)
- Pendekatan sistematis manajemen risiko dalam PSM
- Proses Hazard Analysis (PHA: HAZOP, What-if, FMEA, LOPA)
- SIL Target Assessments (Safety Integrity Level)
- Facility siting dan EHS criticality assessment
- Fire risk assessment & mitigasi (passive & active protection)
- Desain & pemeliharaan Safety Instrumented Functions (SIF)
- Area classification & hazardous area management
- Safeguard Evaluation (SV) and Leadership Safeguard Verification (LSV)
- Definisi safeguard dan perannya dalam barrier management
- Kriteria evaluasi safeguard (independensi, efektivitas, keandalan)
- Metode safeguard evaluation (LOPA, bowtie analysis)
- Leadership Safeguard Verification (LSV):
- Peran manajemen dalam field verification
- Audit & inspeksi kepemimpinan
- Hubungan dengan process safety culture
- Incident Investigation
- Tujuan investigasi insiden (belajar, bukan menyalahkan)
- Metodologi investigasi: 5 Why’s, RCA, TapRooT, Tripod Beta
- Prinsip no blame culture dan just culture
- Proses pelaporan, dokumentasi, dan tindak lanjut (lessons learned)
- Integrasi hasil investigasi ke dalam perbaikan sistem PSM
- Scorecard: Evaluation of PSM Implementation
- Konsep PSM Scorecard (penilaian berbasis KPI)
- Leading indicators: audit compliance, near-miss, training, maintenance compliance
- Lagging indicators: jumlah insiden, kerusakan aset, downtime, fatality rate
- Framework evaluasi (CCPS RBPS Metrics, API RP 754)
- Benchmarking dengan standar industri
- Roadmap perbaikan berkelanjutan (continuous improvement)
Peserta
Facility Engineers (Mechanical, Electrical, and Chemical) and leader, Chemist, Operation team, Operation leader/manager, Maintenance supervisor (electrical, instrumentation, mechanical), HSE Team, Plant Manager, Document Controller.
Metode
Metode pelatihan menggunakan metode interaktif yaitu pemahaman dari sisi konsep contoh aplikasi, berlatih menuangkan konsep, diskusi interaktif dan studi kasus sehingga peserta dapat lebih mudah memahami dan menguasai materi yang di ajarkan.
Narasumber
DISI Training Center Consultant & Team (Trainer Profesional, Berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidangnya. Merupakan praktisi suatu perusahaan, pengajar dan konsultan yang ahli pada bidangnya)
Durasi
- 3 hari ( efektif 21 jam) Mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB (Publik Training Tatap Muka)
- 3 hari ( efektif 18 jam) Mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB (Publik Training Online)
Investasi
Publik Training Tatap Muka
- Rp. 6.250.000; /peserta (Jakarta)
- Rp. 6.500.000; /peserta (Bandung, Bogor & Yogyakarta)
- Daftar 3 peserta Cashback 200rb/peserta atau group.
Publik Training Online
- Rp. 3.900.000;/ peserta
- Rp. 3.500.000;/minimal 3 peserta atau group
- Daftar 2 peserta FREE 1 peserta (peserta ke-3)
In House Training
- Online Rp. 10.000.000; untuk maksimal 10 peserta
- Online Rp. 11.000.000; untuk maksimal 15 peserta
- Online Rp. 12.000.000; untuk maksimal 20 peserta
- Offline Rp. 18.000.000; untuk maksimal 10 peserta (belum termasuk Akomodasi jika luar JADEBEK)
- Offline Rp. 20.000.000; untuk maksimal 15 peserta (belum termasuk Akomodasi jika luar JADEBEK)
- Offline Rp. 22.000.000; untuk maksimal 20 peserta (belum termasuk Akomodasi jika luar JADEBEK)
Fasilitas
- Training Offline/Tatap Muka: Sertifikat, Modul (hard/soft copy), Training Kit (Tas Jinjing, Ball Point, Blocknote), Jacket, Lunch, 2x Coffee Break, Foto Bersama Seluruh Peserta, Flasdisk 16GB dan Konsultasi Lanjutan)
- Training Online Via Zoom: Soft copy Materi, Sertifikat, Recording/Rekaman Training dan Konsultasi Lanjutan.
CONTACT PERSON
- (021) 8912 7956
- 0812 8457 4848 ( whatsapp )
- disi.training.center@gmail.com
JADWAL OFFLINE/ONLINE Training Process Safety Management (PSM) Tahun 2026:
Januari
- Jakarta, 14-15 Januari 2026
- Bandung, 29-30 Januari 2026
Februari
- Jakarta, 5-6 Februari 2026
- Bogor, 19-20 Februari 2026
Maret
- Jakarta, 3-4 Maret 2026
- Bandung, 10-11 Maret 2026
April
- Jakarta, 1-2 April 2026
- Yogyakarta, 15-16 April 2026
Mei
- Jakarta, 5-6 Mei 2026
- Bandung, 19-20 Mei 2026
Juni
- Jakarta, 4-5 Juni 2026
- Bogor, 18-19 Juni 2026
Juli
- Jakarta, 2-3 Juli 2026
- Yogyakarta, 16-17 Juli 2026
Agustus
- Jakarta, 13-14 Agustus 2026
- Bandung, 27-28 Agustus 2026
September
- Jakarta, 3-4 September 2026
- Bandung, 17-18 September 2026
Oktober
- Jakarta, 1-2 Oktober 2026
- Bogor, 15-16 Oktober 2026
November
- Jakarta, 5-6 November 2026
- Yogyakarta, 19-20 November 2026
Desember
- Jakarta, 3-4 Desember 2026
- Bandung, 15-16 Desember 2026

