Penulis: Anwar Junaedi

Bapak Anwar sebagai Trainer (instruktur) Pelatihan di Bidang Pangan dan K3 Kemnaker RI. Bidang Pangan meliputi HACCP, GMP, ISO 22000, 55, Food Safety, Prinsip Hygiene & Sanitasi, Hygiene dan Sanitasi Makan. Bidang K3 : Ahli K3 Umum ISO : ISO 9001 & ISO 22000

BPJPH Mulai Terapkan SLA Layanan Sertifikasi Halal Reguler per 5 Januari 2026 Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara resmi mengimplementasikan kebijakan Service Level Agreement (SLA) pada layanan Sertifikasi Halal Reguler mulai 5 Januari 2026, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. Kebijakan ini dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepastian waktu pelayanan, meningkatkan transparansi proses, serta memperjelas akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat dalam sistem Jaminan Produk Halal. Penerapan SLA mencakup seluruh rangkaian proses sertifikasi halal reguler, yang meliputi: Tahap pengajuan permohonan dan pembayaran oleh pelaku usaha; Proses pemeriksaan dan/atau pengujian produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH);…

Read More

🔹 Bagian 3 dari 3 Tulisan CCP (Critical Control Point) adalah titik paling kritis dalam sistem HACCP. Di sinilah kegagalan pengendalian akan langsung menghasilkan produk tidak aman. Karena dampaknya sangat besar, CCP tidak boleh ditetapkan secara sembarangan. Ciri Utama CCP Suatu langkah proses dapat dikategorikan sebagai CCP apabila: Memiliki critical limit yang jelas dan terukur Memerlukan monitoring real-time atau frekuensi tinggi Kegagalan kontrol langsung berdampak pada keamanan produk Tidak ada proses selanjutnya yang dapat mengendalikan bahaya Contoh CCP: Pasteurisasi susu (72°C selama 15 detik) Sterilisasi produk kaleng Pemasakan daging hingga suhu internal aman Pendinginan cepat produk siap saji Menentukan CCP…

Read More

OPRP dalam HACCP: Kontrol Penting yang Sering Disalahpahami 🔹 Bagian 2 dari 3 Tulisan Setelah fondasi PRP diterapkan, langkah berikutnya dalam HACCP adalah mengidentifikasi bahaya yang signifikan melalui analisis bahaya. Dari sinilah konsep OPRP (Operational Prerequisite Program) muncul. OPRP sering disalahpahami sebagai “CCP versi ringan”, padahal keduanya memiliki fungsi dan konsekuensi yang berbeda. Apa Itu OPRP? OPRP adalah pengendalian spesifik yang ditetapkan berdasarkan hasil hazard analysis untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kontaminasi atau proliferasi bahaya tertentu. Karakteristik OPRP: Spesifik terhadap bahaya tertentu Memerlukan monitoring terjadwal Memerlukan validasi dan verifikasi Memiliki parameter terukur (bukan critical limit) Contoh OPRP di industri pangan: Detektor…

Read More

Mengenal PRP, OPRP, dan CCP dalam HACCP: Mengapa Banyak yang Keliru? 🔹 Bagian 1 dari 3 Tulisan Dalam penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), istilah PRP, OPRP, dan CCP sering digunakan secara bersamaan. Namun, tidak sedikit organisasi yang masih keliru dalam memahami dan menerapkannya. Kesalahan paling umum adalah menganggap semua pengendalian sebagai CCP, tanpa mempertimbangkan tingkat risiko dan kekritisan bahaya. Padahal, HACCP dirancang sebagai sistem berbasis risiko, bukan sekadar daftar kontrol. Artikel seri pertama ini akan membahas gambaran umum PRP, OPRP, dan CCP serta perannya dalam sistem keamanan pangan. Tiga Lapisan Pengendalian Keamanan Pangan Dalam praktik HACCP, pengendalian…

Read More
ISO

Pengantar Training ISO 55001:2024 Asset Management – Manajemen Aset (Asset Management) adalah salah satu pengelolaan dan siklus yang terjadi pada setiap perusahaan. Semua perusahaan membutuhkan sistem pengelolaan aset yang tepat untuk mengelola asetnya. Dalam dunia akuntansi aset merupakan sumber daya atau kekayaan dari suatu entitas. Secara umum pengertian manajemen aset adalah sebuah proses pengelolaan suatu aset baik milik perseorangan maupun kelompok (perusahaan, organisasi, lembaga). Pengelolaan aset tersebut dilakukan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan pada sebelumnya. Semua perusahaan wajib mengetahui mana saja aset yang masih dapat dikelola dan mana saja aset yang sudah habis waktu ekonomisnya,…

Read More

Digitalisasi SIHALAL Dorong Sertifikasi Halal Lebih Cepat dan Transparan Penerapan Service Level Agreement (SLA) dalam sertifikasi halal semakin diperkuat melalui pemanfaatan sistem digital SIHALAL. Melalui platform ini, seluruh pemangku kepentingan—mulai dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Komisi Fatwa MUI/MPU Aceh, hingga Komite Fatwa Produk Halal (KFPH)—dapat memantau progres sertifikasi halal secara real-time dan terintegrasi. Kehadiran SIHALAL menjadi bagian penting dari transformasi digital layanan sertifikasi halal di Indonesia. Sistem ini memungkinkan setiap tahapan proses tercatat dengan jelas, sehingga sertifikasi halal dapat berjalan: Lebih cepat, karena alur proses terdigitalisasi; Lebih transparan, karena status permohonan dapat dipantau kapan saja; Lebih profesional dan terukur, sesuai…

Read More
ISO

Pengantar Sebagai mana yang kita ketahui dalam perkembangan industry saat ini adanya kompetisi bisnis dunia global, mendorong perusahaan untuk memiliki dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System) yang general adalah ISO 9001. Namun khusus dalam industri otomotif, telah dikembangkan secara spesifik sistem management mutu untuk industry otomotif yaitu ISO/TS 16949 dengan versi terbaru tahun 2009, yang berbasis pada Persyaratan ISO 9000 plus persyaratan khusus yang dikembangkan oleh IATF (International Automotive Task Force). Berawal pada The Big Three (GM, Ford dan Chrysler) yang tidak puas dengan ISO 9000: 1994 requirement yang dianggap kurang tepat untuk industri otomotif mereka, The Big…

Read More

BPJPH Resmi Berlakukan SLA untuk Tingkatkan Kepastian Waktu Sertifikasi Halal Mulai tahun ini, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menerapkan sistem Service Level Agreement atau SLA dalam proses sertifikasi halal. Tujuannya sederhana tapi penting — agar proses sertifikasi halal menjadi lebih cepat, transparan, dan pasti waktunya bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Dengan adanya SLA, kini ada batas waktu yang jelas untuk setiap tahapan sertifikasi. Artinya, pelaku usaha tidak perlu lagi khawatir prosesnya molor atau tertunda tanpa kejelasan. Namun, keberhasilan ini tetap bergantung pada tiga hal penting: Kelengkapan dokumen yang harus disiapkan dengan baik, Kesiapan audit halal, dan Ketepatan…

Read More

Pengantar Training Process Safety Management (PSM) memberikan manfaat penting bagi industri berisiko tinggi dengan meningkatkan keselamatan kerja melalui identifikasi dan pengelolaan risiko, melindungi karyawan dari cedera, dan mengurangi kerugian finansial akibat insiden. PSM juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan yang ketat, meningkatkan efisiensi operasional, dan membangun reputasi positif perusahaan. Dengan demikian, PSM menjadi kunci untuk operasional yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Process Safety Management (PSM) atau Manajemen Keselamatan Proses (MKP) dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan atau industri kimia/ petro-chemical, minyak & gas bumi (migas) setelah beberapa kejadian fatal yang telah banyak menelan korban jiwa dan harta benda seperti kasus Flixborough (Juni 1974),…

Read More

Tingkatkan Kompetensi Ahli Gizi SPPG & Wujudkan Keamanan Pangan yang Terjamin 🔍 Solusi Terbaik untuk SPPG Anda Apakah dapur institusional Anda sudah memiliki sistem keamanan pangan yang memenuhi standar nasional?Pelatihan Implementasi HACCP untuk Ahli Gizi SPPG Program Makan Bergizi adalah solusi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan setiap penyelenggara program gizi menjalankan produksi pangan yang aman, higienis, dan sesuai regulasi. Selama 2 hari (16 JP), peserta akan mempelajari langkah-langkah implementasi HACCP mulai dari analisis bahaya, penentuan titik kendali kritis (CCP), hingga penyusunan dokumentasi yang sesuai dengan SNI CXC 1-1969, SNI 8475:2017, dan Keputusan Kepala BGN No. 52.2/2025. 💡…

Read More