Pengantar Training Budaya Keselamatan Pasien – Tenaga Kesehatan Indonesia saat ini sedang berada pada arus proses perubahan (change) menuju kelangsungan dirinya menjadi sebuah profesi yang mandiri. Sejalan dengan kondisi tersebut Tenaga Kesehatan atau Profesional Pemberi Asuhan (PPA) juga mencerminkan perubahan paradigma dalam Akreditasi rumah sakit. Penilaian Akreditasi saat ini fokus pada Pelayanan yang fokus pada pasien, manajemen pemberi pelayanan dan Keselamatan pasien. Berdasarkan tuntutan dan tantangan tersebut, rumah sakit terus mempersiapkan sumber dayanya termasuk perawat, dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Salah satu bentuk kegiatan yang di lakukan dalam upaya meningkatkan kompetensi PPA dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan melindungi keselamatan pasien adalah…
Penulis: Anwar Junaedi
Pengantar Training Audit Internal HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) – Personil yang melakukan audit sistem manajemen keamanan pangan berbasis HACCP perlu mendapatkan pelatihan secara instensif. Training ini dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis sehingga sangat membantu mereka melakukan audit internal HACCP yang efektif. Tentu saja hal ini sangat partisipatif dengan latihan kelompok dan studi kasus secara menyeluruh. Dimana Training ini akan memberikan peserta dengan pemahaman yang efektif dari prinsip-prinsip audit dan bagaimana mereka dapat menerapkannya pada sistem HACCP. Hal ini akan memungkinkan auditor internal untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat melakukan audit yang efektif dari sistem HACCP dan untuk menunjukkan kompetensi mereka. DISI Training Center & Consulting sebagai perusahaan konsultan yang salah…
Pengantar Training Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) – Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan untuk menjamin obat di buat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang di tetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. CPOB mencakup seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pertama kali di terbitkan pada tahun 1988, kemudian di susul dengan penerbitan. Petunjuk Operasional Penerapan CPOB pada tahun 1989 untuk memberikan penjelasan dalam penjabaran sehingga Pedoman ini dapat diterapkan secara efektif di industri farmasi. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi, Pedoman CPOB edisi pertama sekaligus Petunjuk Operasional Penerapan CPOB telah direvisi pada tahun 2001 yang terdiri dari 10 bab dan 3 addendum. Selanjutnya untuk mengantisipasi era globalisasi dan harmonisasi dalam bidang farmasi terutama pemenuhan terhadap persyaratan dan standar produk farmasi global terkini, Pedoman CPOB hendaklah di perbaiki secara berkesinambungan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergeseran paradigma dalam melakukan pengawasan terhadap mutu produk. Oleh karena itu, Pedoman CPOB Edisi 2001 direvisi kembali menjadi Pedoman CPOB yang dinamis Edisi Tahun 2006. Industri farmasi adalah industri obat jadi dan industri bahan baku obat. Industri farmasi sebagai industri penghasil obat, dituntut untuk dapat menghasilkan obat yang memenuhi persyaratan khasiat, keamanan…
Pengantar Training Manajemen Laboratorium Rumah Sakit – Salah satu pelayanan rumah sakit yang penting bagi layanan kesehatan pasien adalah laboratorium. Laboratorium klinik atau laboratorium medis merupakan laboratorium tempat di lakukan berbagai macam tes pada specimen biologis untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan pasien. Kegiatan yang ada di laboratorium mempunyai potensi bahaya yang cukup besar yang berasal dari faktor biologis, fisik, kimia, ergonomi dan psikososial. Seiring dengan semakin beragamnya penyakit dan jenis obat kimia membuat risiko yang di hadapi petugas laboratorium di rumah sakit semakin meningkat. Petugas laboratorium adalah orang pertama yang akan terpapar bahan biologi dan kimia yang merupakan bahan beracun…
Pengantar Training Penghitungan Unit Cost Rumah Sakit – Rumah sakit sebagai BLU/BLUD penyelenggara layanan kesehatan menghadapi tantangan sendiri dalam melayani masyarakat. Di satu sisi RS dituntut agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan bermutu, disisi lain tarif yang dikenakan harus dapat dijangkau masyarakat pada umumnya. Dalam rangka inilah – sesuai amanat PP No.23/2005 tentang BLU dari Departemen Keuangan dan Permendagri No.61/2007 tentang BLUD – manajemen rumah sakit dituntut untuk senantiasa meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumber daya yang dimilikinya termasuk sumber daya keuangan yang tidak terlepas dari tarif (biaya pelayanan) rumah sakit itu sendiri. Masalah biaya pelayanan ini menjadi sesuatu…
Pengantar Training Manajemen DIKLAT Rumah Sakit -Pengertian dari DIKLAT ialah penyelenggaraan proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan jabatan tertentu. Adapun kebutuhan DIKLAT itu sendiri ialah jenis DIKLAT yang di butuhkan oleh seoarang pemegang jabatan atau pelaksana pekerjaan tiap jenis jabatan atau unit organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam melaksanakan tugas yang efektif dan efisien. Selain itu, analisis kebutuhan DIKLAT merupakan analisis yang di laksanakan secara sistematis dan di gunakan perancang DIKLAT atau Manajer SDM untuk nantinya dapat memahami persoalan kinerja SDM dan menentukan jenis kegiatan yang di butuhkan dalam proses pengembangan Sumber Daya…
Pengantar Training Manajemen Administrasi Rumah Sakitt – Rumah Sakit secara umum merupakan organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Beradaskan Kotter (1983) definisi rumah sakit adalah merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa kesehatan, berbagai faktor mempengaruhi perkembangan RS, antara lain; teknologi, epidemiologi, demografi, sosial ekonomi, faktor kebutuhan masyarakat terhadap mutu pelayanan dan peraturan, serta faktor kebijaksanaan pemerintah yang berlaku. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan memiliki peran yang strategis dalam peningkatan derajat kesehatan…
Pengantar Training Manajemen Klinik – Keberhasilan pengelolaan manajemen klinik tergantung pada kompetensi dari manajer klinik. Manajer berfungsi untuk mengelola klinik melalui fungsi antara lain mengidentifikasi, merencanakan, hingga mengembangkan sistem pengelolaan SDM yang efektif dan efisien. Pengawasan yang tepat dan berfungsi dengan baik akan memperlancar kegiatan pelayanan pasien sehingga berdampak bagi peningkatan mutu pelayanan secara umum. Klinik tentu ingin menyediakan pelayanan yang memuaskan terhadap pasien yang datang. Pelayanan yang baik dapat di capai apabila adanya manajemen yang baik pada klinik tersebut. Manajemen klinik merupakan cara yang di lakukan untuk mencapai tujuan dengan cara kordinasi antara berbagai sumber daya melalui perencanaan, pengorganisasian,…
Pengantar Training Internal Audit ISO 9001:2015 – Berguna untuk meningkatkan kompetensi internal auditor /auditee dalam menilai keefektifan penerapan Quality Manajemen System yang sudah dilakukan oleh perusahaan, dimana kegiatan Internal Audit ISO 9001 2015 ini harus dilakukan secara berkala dan sebagai upaya untuk perbaikan terus menerus. Dengan adanya Audit Internal ISO 9001 2015 kita akan dilatih untuk menilai tingkat keberhasilan penerapan dan kekurangan-kekurangan Sistem Manajemen Mutu perusahaan sehingga dapat diambil tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan dalam rangka meningkatkan produktifitas. Setiap Audit internal internal harus dilakukan oleh perusahaan secara Independent dan saling mengaudit antara satu departement dengan departemen yang lain, hal ini maksudnya adalah…
Pengantar Training Manajemen Linen dan Laundry Rumah Sakit – Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit adalah melalui pelayanan penunjang medik, khususnya dalam pengelolaan Linen di rumah sakit. Linen di rumah sakit di butuhkan di setiap bangsal atau ruangan. Kebutuhan akan Linen di setiang bangsal ini sangat bervariasi, baik jenis, jumlah dan kondisinya. Alur pengelolaan linen sangatlah panjang, membutuhkan pengelolaan khusus dan banyak melibatkan tenaga kesehatan dengan bermacam-macam klasifikasi. Klasifikasi tersebut terdiri dari ahli manajemen, teknisi, perawat, tukang cuci (laundry), penjahit, tukang setrika, ahli sanitasi, serta ahli kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk mendapatkan kualitas linen yang baik, nyaman…
